Oleh : Hiskia Apfia Daniel.(*)
Gelombang bencana dan konflik lingkungan yang melanda Sumatra dalam beberapa dekade terakhir bukan sekadar catatan kelam, melainkan peringatan keras bagi Kalimantan yang saat ini menghadapi tekanan serupa. Dari kebakaran hutan besar, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga sengketa lahan antara masyarakat dan industri ekstraktif—Sumatra telah mengalami konsekuensi nyata dari eksploitasi alam yang tidak terkendali. Kini, semua itu seakan memperlihatkan bayangan masa depan Kalimantan jika langkah pencegahan tidak segera diambil.
Di Sumatra, alih fungsi hutan secara masif menjadi perkebunan sawit telah menyebabkan perubahan lanskap yang begitu drastis. Hutan yang dulu lebat kini menyisakan fragmen-fragmen kecil, membuat satwa langka seperti harimau Sumatra terdesak ke ambang kepunahan. Kalimantan pun tengah berada pada jalur yang sama. Dengan percepatan pembangunan, ekspansi industri ekstraktif, dan deforestasi yang meningkat, ancaman bagi orangutan, bekantan, dan satwa endemik lainnya semakin nyata. Peringatan dari Sumatra bukan lagi sekadar teori, tetapi contoh konkret dari apa yang akan terjadi jika Kalimantan tidak belajar dari pengalaman tersebut.
Tidak hanya soal ekologi, Sumatra juga memberi pelajaran pahit tentang dampak sosial-ekonomi. Ketika hutan hilang, sumber penghidupan masyarakat adat dan lokal ikut terkikis. Konflik tenurial muncul sebagai masalah berkepanjangan. Hal ini mencerminkan potensi masalah yang dapat muncul di Kalimantan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan kawasan pembangunan besar seperti Ibu Kota Nusantara (IKN). Jika tata kelola lahan, izin usaha, dan perlindungan masyarakat adat tidak diperhatikan sejak awal, sejarah kelam Sumatra dapat terulang dalam skala yang lebih besar.
Kalimantan berada dalam masa penentuan: apakah akan mengulangi pola kesalahan yang sama, atau menjadikan “Peristiwa Sumatra” sebagai titik balik menuju pembangunan yang benar-benar berkelanjutan? Peringatan itu sudah jelas. Pertanyaannya kini, apakah kita mau mendengarnya?
| Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis. Tidak Berkaitan/Mewakili Dengan Pandangan Redaksi KATAKARTA.id. |





